Teori 'Solidaritas' di Balik Ratusan Paus Mati Terdampar
Minimal 380 paus yang disangka untuk masalah terpasah paling besar di Australia, mati, menurut beberapa petugas ditempat. Semenjak Senin (21/09), beberapa ratus paus pilot diketemukan di pesisir barat Tasmania serta sedang diusahakan penyelamatannya walaupun benar-benar susah. Apa kurang lebih pemicunya?
Berikan Belut Untuk Ayam Bangkok Laga
Walau cuma sedikit paus sukses diselamatkan, seputar 50 ekor selama ini, masih dipandang seperti usaha yang baik. "Konsentrasi kami pasti untuk selamatkan hidup beberapa individu paus itu sekarang ini. Tetapi di pemikiran kami, ada pertanyaan apakah yang berlangsung," kata Dr Kris Carlyon, pakar biologi di Marine Conservation Program.
"Paus yang kami loloskan, kami kira untuk kemenangan. Kami konsentrasi selamatkan sebanyak-banyaknya yang kami dapat," sambungnya.
Pemicu tentu mengapa paus pilot dalam jumlah sekitar itu ramai-ramai terpasah di pantai serta kehilangan nyawa belum tahu dengan tentu. Tetapi salah satunya unsur yang kemungkinan berperanan besar ialah jalinan sosial benar-benar erat antara beberapa paus itu.
Mereka turut seekor pimpinan serta ikatan sosial kuat bisa mengakibatkan semua barisan jadi terpasah. "Kemungkinan cuma satu kekeliruan yang dilaksanakan oleh satu atau dua dari mereka serta sebab paus pilot ialah spesies sosial, yang kemungkinan sudah menarik hewan lain masuk," kata Dr Carlyon mengungkapkan teorinya.
Ikatan sosial itu mengakibatkan usaha pengamanan bertambah susah. Karena waktu telah diselamatkan, seakan untuk kebersamaan, mereka justru ada yang kembali lagi ke pantai serta terpasah kembali lagi.
"Mereka kemungkinan dengar suara dari lainnya atau mereka kehilangan tujuan serta dalam masalah ini mereka benar-benar stress, serta kemungkinan juga capek hingga dalam beberapa masalah, mereka tidak paham sedang dimana ada," kata periset kelautan, Vanessa Pirotta.
Bagaimana dapat mereka kehilangan arah belum bisa dinyatakan. "Dalam masalah ini, salah satunya peluang ialah penyimpangan spesifik dalam oseanografi, atau penyakit, mengganggu navigasi paus pilot, arahkan mereka ke air dangkal dimana mereka tidak dapat dengan gampang berhasil lolos," catat Fleur Visser, periset di Kelp Marine Research.
Dapat jadi juga suara bising yang diakibatkan oleh manusia membuat navigasi mereka tidak tepat. "Sayangnya, masih ada banyak hal yang belum kami kenali mengapa paus dapat terpasah," cetus Annebelle Kok, pakar biologi di University of California.
Paus pilot sendiri adalah salah satunya spesies laut yang tersering terpasah. Tetapi kesempatan ini dari sisi jumlah, dikatakan sebagai rekor tertentu.
